Ada hal yang menggelitik di pikiran saya, setelah berhenti menggunakan facebook dan pasif menggunakan twitter beberapa bulan belakangan… Adalah ketika melihat teman-teman yang istilahnya “ke wc aja update status”.. Saya paham, itu adalah kebebasan mereka. Hanya yang saya agak geli, ketika berpikir, kenapa setiap gerak gerik di post di media? Apakah tidak merasa terkungkung didalam media maya? Apakah tidak merasa sempit hidup di dunia maya? Apakah cukup terpuaskan dahaga bersosialisasi-nya melalui dunia maya?
Untuk beberapa org, adalah yang memang mengkhususkan account nya utk nasihat menasihati, untuk memberikan kata-kata semangat, ya share hal-hal yang umumnya dibutuhkan masyarakat dan teman-temannya saat ini lah. Nah tipe-tipe seperti ini, bagi saya masih bisa dijangkau akal sehat. Mungkin mereka posting karena memang ada yang misalnya dari jurusan psikologi, atau ada yang senang membaca buku dan mendapat inspirasi, it’s good.
Kalau menggunakan socmed sebagai tempat ngobrol, ya okelah, namanya juga social media, media komunikasi. Itu sudah umum terjadi.
Namun ada beberapa lagi, yg menggunakan social media sbg tempat “jadi artis”.. Setiap gerak gerik diposting di social media… Sekali lagi bukan baik atau enggak yang jadi keheranan saya disini adalah apa alasan dibalik semua itu? Mungkin ada yang bisa memberikan alasan?

Putranda Boharami
22 October, 2011 at 8:48 am
I think the reason is that they misuse social media because they want to be paid attention