Digital Library resume

Istilah digital library mungkin tidak asing lagi di telinga. Banyak yang  menganggap digital library adalah sebuah kesatuan sistem perpustakaan yang diotomatisasi oleh sistem komputer. Nope. Itu adalah persepsi yang salah. Menurut sumber yang saya baca, Pengertian tadi adalah pengertian dari istilah library automation. dalam arti di sini, dari mulai pendataan anggota, data buku hingga profil anggota semua diatur oleh komputer.

Istilah lain yang mungkin nyerempet ke arah digital library adalah virtual library. Yang ini lain lagi. Yang dimaksud dengan virtual library adalah suatu kumpulan dara dimana data tersebut hanyalah acuan saja. Jadi seperti internet. Internet merupakan sebuah virtual library yang paling dekat dengan kehidupan kita. Karena internet mengacu pada jutaan bahkan milyaran data yang tersebar, tidak dalam satu tempat / server.

Sedangkan untuk definisi digital library yang sebenarnya adalah sebuah perpustakaan atau kumpulan buku-buku dimana buku-buku tersebut sudah tidak lagi berbentuk naskah fisik. Namun dalam bentuk data digital. Untuk tempatnya sendiri digital library itu, bisa saja terdapat di bawah naungan sebuah perpustakaan umum. Bisa diakses melalui internet, maupun local intranet saja.

Mengutip dari http://sastrainggris-uty.edu2000.org :

Dengan memanfaatkan karakter-karakternya, Perpustakaan Digital dapat dibentuk dengan berbagai tujuan. Berikut ini beberapa contoh di antaranya:

Mendukung Pengembangan Kemanusiaan

Kataayi adalah organisasi kerakyatan di desa kecil Kakunyu di pedalaman Uganda. Dalam beberapa tahun terakhir mereka mencontohkan pembuatan tangki penampungan air hujan dari ferosemen, memanfaatkan energi yang terperbaharui seperti energi matahari, angin dan biogas serta membangun berbagai industri lokal diantaranya pembuatan genteng dari tanah liat.

Namun walaupun sumber daya manusia berlimpah, informasi sangat terbatas. Perpustakaan terdekat terdapat di Masaka, kota kecamatan yang jaraknya 20 km dari Kakunyu yang harus dilalui dengan melewati jalan yang jauh dari mulus. Bahkan di Masaka sendiri tidak terdapat e-mail ataupun akses Internet.

Karena mempunyai keyakinan akan pentingnya informasi, mereka menyediakan computer dan peralatan pembangkit listrik tenaga matahari. Menyediakan akses e-mail melalui telepon seluler dan mengadakan program pelatihan komputer. Selanjutnya mereka membangun perpustakaan digital koleksinya didapat dari The Humanity Development Library (suatu lembaga PBB) dalam bentuk CD ROM dari 1200 buku yang sesuai yang berasal dari berbagai organisasi nirlaba.

Apabila 1200 itu harus disediakan dalam bentuk cetakan maka beratnya sekitar 340 kg, senilai US$20.000 dan memerlukan tempat khusus untuk penyimpanannya. Namun kini dengan perpustakaan digital semuanya dapat disediakan dalam bentuk CD ROM.

Menerbitkan Karya Ilmiah Mutakhir

Penelitian ilmiah berlangsung di mana-mana dan setelah melalui proses penelaahan oleh mitra bestari perlu diterbitkan secepat mungkin agar hasilnya dapat segera disebarluaskan dan mempercepat proses peningkatan pengetahuan kemanusiaan. Kini, selain tetap menjaga integritas, karya-karya ilmiah dapat diterbitkan secara online dalam waktu singkat. Para peneliti dapat menempatkan dalam server milik universitasnya sebelum diterbitkan secara resmi baik oleh penerbit open access maupun penerbit komersial. Bahkan penerbit-penerbit komersial besar seperti Elsevier kini mengizinkan penulis memuat karyanya (setelah disunting tetapi belum di-layout) untuk dimuat di server milik kampus (university repository).

Hal ini dimanfaatkan oleh mesin pencari seperti Google Scholar yang mengindeks semua karya ini agar dapat diperoleh oleh para peneliti lain. Untuk membuat karya-karya ini lebih cepat dan mudah didapati oleh para peneliti lain, berbagai inisiatif sudah terdapat, diantaranya Open Archive Initiative, CrossRef – Digital Object Identifier (DOI), serta berbagai format A&I (Abstracting & Indexing).

Pelestarian Budaya Tradisional

Budaya-budaya tradisional (bahasa, musik, tari-tarian, motif tekstil) semakin banyak tidak dikenali lagi. Para penjaga budaya pada saatnya akan meninggal dan apabila tidak ada penerusnya maka tidak akan ada lagi budaya tersebut.

Setiap perpustakaan setempat merupakan lembaga yang paling mungkin untuk melestarikan budaya setempat dan inilah yang dilakukan oleh Universitas Kristen Petra di Surabaya. Tanpa menyediakan anggaran khusus, Perpustakaan Kristen Petra menyiapkan Desa Informasi, yang selain memuat versi digital dari koleksi skripsi, tesis dan disertasi milik universitas ini, juga memelihara koleksi foto Surabaya Memory (http://www.petra.ac.id/desa-informasi/)

Eksplorasi Musik Populer (Juga Video dan Multimedia Lain)

Musik menandai suatu zaman, suatu generasi dan juga identitas kelompok. Musik berevolusi dari waktu ke waktu dan semua ini dapat disimpan dalam format digital dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukannya. Inilah bentuk lain dari perpustakaan digital.

Masalah hak cipta dapat diatasi dengan tetap membiarkan berkas digital dari musik atau video tersebut tetap terletak pada server aslinya. Yang dibangun oleh perpustakaan digital disini hanyalah metode aksesnya. Ini sudah dilakukan oleh www.edu2000.org yang membentuk katalog dari berbagai video pendidikan yang diperoleh dari berbagai situs video sharing tanpa memindahkan file tersebut dari server aslinya.

banyak universitas-universitas sekarang yang mengakui perpustakaan kampusnya adalah perpustakaan digital, padahal konsepnya dengan kenyataannya sangat berbeda jauh. Sebagai contoh, perpustakaan dengan koleksi buku dan jurnal analog namun dengan katalog berbasis komputer, mereka menyebutnya sebagai perpustakaan digital. Sungguh memalukan.

Padahal, untuk membuat sebuah digital library tidaklah membutuhkan banyak perlengkapan khusus. Saya akan membahasnya pada posting selanjutnya.

Princessay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s