profesionalisme VS kualitas pendidikan

salah satu problem terberat yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia adalah masalah pendidikan. mungkin mereka banyak yang belum menyadari akan pentingnya pendidikan baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk bangsa ini. padahal di pundak merekalah nasib bangsa ini berada.. Lha ya mau di pundak sapa lagi, moso pundak sapi..^_^

Masalahnya adalah : belajar, pendidikan, dan semua yang berbau pendidikan dianggap hanya sebagai tugas,

yang naasnya, masih banyak dilakukan dengan keterpaksaan. Hanya untuk mengejar nilai ataupun grade sosial.

Grade sosial memang penting. Tapi bila grade yang telah dicapai tersebut hanya untuk konsumsi pribadi,

kacaulah dunia pendidikan..

bila dibandingkan dengan pendidikan di luar negeri seperti di China, Jepang dan Australia, ataupun lembaga pendidikan luar negeri yang ada di Indonesia, kita ketinggalan jauh. Universitas-universitas di Indonesia masih banyak yang kurang menekankan pendidikan

secara profesional. Jadi,  dosen mengajar hanya mengajar saja, tanpa mendidik. Sementara mahasiswa hanya bengong mendengarkan di dalam kelas, yang tentu saja tidak dijamin mereka menaruh perhatian pada apa yang ada di hadapan mereka.

Pendidikan yang sejati adalah menekankan pada profesionalitas. Selain itu, tidak hanya ada proses belajar mengajar,

tetapi proses mendidik terdidik.

Disamping profesionalitas, hal yang perlu digarisbawahi disini adalah ketersediaan SDM pengajar dan fasilitas.

To be continued….

3 thoughts on “profesionalisme VS kualitas pendidikan

  1. yah..sekali lagi…itu semua tergantung dari niat ataupun kesadaran saat ‘mengambil keputusan’ untuk mengajar,,,,apakah benar2 ingin membangun atau tidak…
    ada pengajar yang sekedar mencari nafkah saja lewat mengajar…tapi, ternyata tidak sedikit pula dosen yang mengajar karena punya kesadaran dan tanggung jawab mencerdaskan bangsa…contoh kalo di UIN tuch…pak Imam, pak Taufik Edy S, pak Bey, dll. tapi bukan berarti pengajar di UIN yang lain atau dimanapun tidak sadar dan tanggung jawab,,,pengajar lain mungkin juga sadar…namun, intensitas atau kuantitas kesadaran dan daya juangnya dalam membangun masih perlu ditingkatkan…
    Nah, mungkin kendalanya adalah pengajar lain ‘lebih’ memilih pilihan yang lain (dari 2 pilihan : berjuang atau tidak)…’
    karena perjuangan butuh pengorbanan…tidak semua orang bisa berkorban…dan tidak mudah untuk memilihnya…terkadang bukan keinginan mereka…namun karena keadaan…
    (inget ga’ saat kita berkorban utk tidak ikut KKS kelas..padahal kita menginginkannya…bagiku itu demi sebuah visi…mengharumkan nama UIN lewat ACM dan mencari bekal maupun materi utk keberlangsungan Brainplusplus Programming Club di UIN)
    so, segala sesuatu memang butuh perjuangan…
    lagi2 “Perjuangan yang Membebaskan”….
    ^_^

  2. tambahan..:D
    case study: Pak Imam
    beliau ini salah satu dosen yang ternyata dari segi karir dan finansial sangat baik…sering jadi PM (Project Manager) di berbagai project…tapi yang membuatku terharu adalah..
    saat dia memilih untuk menjadi seorang dosen!!!
    hati nurani tiada pernah berbohong…
    akhirnya dia mulai mengurangi kegiatannya…
    dia sampai sempet melepas ‘keuntungan’ saat dia ditawari pekerjaan sebagai PM yang salarynya 15 kali lipat lebih besar dari menjadi dosen…karena sekali lagi…karena alasan hati nurani…ya..dia lebih memilih fokus untuk menjadi dosen…dia ingin membagikan ilmunya ke orang lain…so sweat…begitu juga dgn pak Bey…yang memilih mengajar dan mengabdi di INdonesia…walau sebenarnya dia punya peluang ‘karir’ dan ‘keuntungan’ di Luar negeri…
    so, bangsa kita perlu orang2 seperti beliau2 ini…
    dan moga kita bisa menjadi orang2 seperti mereka…
    ^_^

  3. Kalau jepang, pertama kali yang dilakukan pasca kehancuran tu mcari guru. Kalau negara kita, pertama kali yang dilakukan, dalam sikon yang sama, mencari arsitek. Namanya juga negara yang sedang membangun. Ya gitu lah, targetnya pasang pancang tiang kokoh tinggi2 dengan presentasi dibawah 50% untuk kepeduliannya sm dunia pendidikan utk golongan tak ber-uang. kasihan mereka… makanya gabung jd tim ngajar sekolah gratis :)) <— ada maunya, haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s