Listening Ability

Satu lagi fenomena yang aneh, janggal, tapi nyata dan banyak ditemukan di berbagai tempat dalam berbagai kejadian. Sesuatu yang memang sulit dilakukan tanpa usaha dan kesabaran yang dapat dikatakan sangat berat.

Menurut analisis saya, banyak sekali terjadi di sekitar kita, yang tentunya kita sudah familiar dengan hal ini. Banyak perdebatan di mana-mana. Banyak keributan dimana-mana. Jika di telaah lebih lanjut, hal ini dikarenakan individu-individu yang dapat dikatakan, kurang bisa mengendalikan diri. Konkritnya, kekurangan kemampuan untuk mendengar.

Kalau kita jujur pada diri kita sendiri, sesungguhnya tiap-tiap dari kita, pasti ingin didengar. Tidak selalu mendengar dan menyimak. Betul kan?? Tapi sayangnya, masih banyak orang yang kurang dapat menggendalikan dirinya, sehingga menyebabkan dirinya jadi orang yang -dapat dikatakan- banyak omong.

Coba bayangkan..Dalam suatu organisasi, atau instansi atau apalah namanya…Kalau semua orang hanya ingin didengar, apa yang akan terjadi di dalam rapat-rapat? Yang ada hanya rebutan ngomong doank..tul gak?? Coba bayangkan, klo seandainya semua orang mengungkapkan pendapatnya bergantian, saling mendengar, kan enak..Selain lebih banyak masukan yang dapat dicerna, juga tidak menimbulkan aura kebencian-halah– diantara anggotanya..

see u…

3 thoughts on “Listening Ability

  1. dan intinya adalah kesadaran diri. dan memang ini tidak bisa dipungkiri ini memang terjadi.tapi kalo ditanyakan, gimana ketika kosdisinya adalah mendengarkan ceramah atau kuliah, apakah statement ini berlaku…?

    NB. sudilah mampir ke edofaeeh.wordpress.com

  2. hm…setuju…
    dulunya…aq tuch…sempet minder…karena pada waktu SMP…
    termasuk orang yang bisanya hanya mendengar orang lain, jarang bisa untuk menjadi yang di dengar….aq ngerasa kayaknya aq itu “makhluk” yang terpinggirkan….
    tapi saat SMA, setelah ikut organisasi, OSIS, dll, kemampuan untuk bisa didengar (berbicara) semakin terasah…namun, ternyata kemampuan mendengar berkurang,
    Dosen Q pernah bilang
    “yang sulit itu mendengarkan orang lain….”
    deg…kontan saja aku kaget…
    ternyata kemampuan itu sangatlah langka dan dihargai….
    padahal dulunya aku ingin membuang hal ini….
    karena keinginan untk bisa seperti yg lain….didengar….
    Memang tidaklah mudah….mendengar orang lain…
    butuh kesabaran, kerendahan hati, dan kebijaksanaan….
    apalagi saat kemampuan kita menanjak…karir kita meningkat…kehidupan kita makin ‘baik’….itulah tantangannya….
    bagaimana kita bisa menjadi seperti padi :
    “makin berisi makin merunduk”
    mungkin sulit….namun, bukan berarti tidak bisa dilakukan…
    “belajar untuk menjadi bijak….” karena menjadi bijak adalah pilihan…

  3. Org yg bijak bukanlah org yang mampu menjadi yg trbaik..Org yg bijak adalah org yg mampu memilih yang lebih baik diantara yang trbaik..
    Kurangny kmampuan mndgar pd akhrny akn mgasah pribadi seseorg mjd pribadi yg egosentris..Analoginy,,klo mau egosentris brarti anda meninggalkan sisi kemanusiaan anda krna kurang menganggap dan mghargai peran dan pndapat org lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s