Design, Idea or Technique?

Design memang merupakan sebuah bidang yang dapat dikatakan sangat compicated.. Karena menyangkut isi kepala alias selera masing-masing penikmatnya.. Yups..memang itulah seni.. Kalau bicara dalam sudut pandang tujuannya, memang, tujuannya adalah komunikasi visual, bagaimana orang dapat mengerti maksud kita melalui design yang kita buat..
Tapi ga hanya berhenti disitu, masih ada masalah krusial -halah- mengenai design.. yaitu masalah antara ide, dengan kata lain, sense of art seseorang, dengan teknik yang dikuasainya.. Keduanya memang saling mendukung untuk menciptakan design yang easy to consume-begitu saya menyebutnya-
kalau dari saya pribadi, tentu ide adalah kunci dari sebuah karya seni.. Karena dalam dunia design, kita dituntut untuk selalu membuat sesuatu yang baru, yang dapat memenuhi kehausan orang lain akan ide.. Ya, seringkali hasil design seseorang menjadi sumber ide bagi orang yang lain..
Kalau untuk masalah teknik, hal yang satu ini memang tak kalah penting.. Tapi jika dianalisis, jika seseorang memiliki atau menguasai teknik design yang baik, bila ia tidak memiliki ide-ide yang segar, itu sama asja dengan -adu filter- kalo di photoshop, atau -adu motion- kalo di flash, dsb..
Memang, semua kembali kepada masing-masing individu, yang jelas design hidup dari otak para designer dan design hidup untu memberi angin segar melalui ide-ide yang benar-benar baru bagi penikmatnya..
any comment??

3 thoughts on “Design, Idea or Technique?

  1. mmmmmm…berbicara tentang design tentu mbak Ayu lah pakarnya..!! sbagai orang awam tentunya
    sebatas sepakat sajalah.. 😀
    tapi kalo boleh orang awam ini menuangkan isi kepala (baca pemikiran; imijinasinya jngan kemana2 nduk..hehehe..)
    design dalam pandangan subjektif ku, lebih banyak berkutat pada rana ide. Ide merupakan modal dan langkah awal dalam menciptakan
    sebuah karya yang kreatif, bernilai seni dan informatif dalam kapasitasnya sebagai media komunikasi visual.
    Sedangkan aspek kemampuan teknis hanyalah sebagai faktor penterjemah ide rancangan yang ada di kepala menjadi sebuah karya nyata yang dapat dinikmati oleh orang lain. Dan memang keduanya merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari diri seorang disigner ulung. tapi menurutku ide tetaplah jauh lebih dominan. gituu kali yeeee..!!! panjang amat yaahh..uda kayak ngeposting di blog sndiri..:D

  2. Kunciny memang di ide..Sy spakat..Itulah mgapa designer dbyar mhl wlpun tknik yg dgnakan tdk sbrapa..Jwbn nya adalah : ide itu mahal…

  3. Hm….tadinya..kupikir desain itu hanyalah mengandalkan bakat saja..
    tetapi, setelah berjalannya waktu….ternyata itu saja tidak ckup,…
    coz..desain itu luas, bebas, dan tiada batasannya…karena desain yg terlihat tiada berbentuk pun…terkadang memiliki bentuk, ya…pokoke desain itu uniQ lah..
    btw, ttg ide…yup..idea is expensive…
    mirip dengan ACM hehe…
    step2nya :
    1.belajar coding (matengin coding),n algo klo dlm hal ini seperti matengin technique
    2.sering latihan soal, biar intiusi codingnya jalan…😀 , klo dlm hal ini, matengin pengalaman…
    3.cari solusi utk soal2 yg ga’ umum…ga’ keliatan sekilas alurnya…, klo dlm hal ini sperti mencari ide dlm design…butuh technique n experience…karena terkadang ide itu muncul karena luasnya wawasan atau experience…
    so, siapapun bisa desain koq…asal telaten…hehe..
    begitu pula sebaliknya,,bahwa siapapun bisa coding…asal mau beljr dan hilangkan pikiran “Aku tidak bisa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s