cerita tentang sedekah

Kehidupan manusia memang tidak pernah luput dari yang namanya mengejar materi. Wajar memang, untuk memenuhi kebutuhan yang semakin melar. Usaha di sana-sini, kerja kesana kemari. Alasannya, demi mempertahankan hidup. Kerja keras, lembur, stress karena pekerjaan, alasannya juga karena mempertahankan hidup.
Banyak orang mengeluh bahwa hidupnya kurang beruntung, ekonomi sulit, rumah tidak punya, tanah apalagi. STOP mengeluh!! Karena keluhan itulah yang menjadi bumerang bagi seseorang untuk menjadi patah semangat dalam mengejar rizki Nya. Karena sesungguhnya Allah adalah Maha Pemelihara. Rezeki sebenarnya bukan hanya dalam bentuk uang-seperti kebanyakan orang menganggapnya-Rezeki itu bisa saja dengan otak yang cerdas,sehingga dapat berpikir jauh,bisa-bisa aja jadi manager, rezeki bisa juga dalam bentuk anak yang shaleh, selalu mendo’akan kelancaran rezeki untuk orangtuanya, rezeki bisa saja berupa lingkungan yang subur di sekitar rumahnya. Yah,intinya rezeki itu ada dimana-mana, masalahnya adalah bagaimana kejelian kita dalam melihat peluang-peluang yang dapat menjadi ladang rezeki.
Next topic, yang masih berhubungan, banyak orang merasa sayang untuk menggunakan uangnya untuk mengisi kotak amal -padahal kotak amal adalah rekening tabungan yang bunganya paling besar- atau juga menyisihkan uangnya untuk pengamen, orang cacat, dll. Padahal terkadang -umpamanya- untuk membeli majalah masih bisa. Apa alasannya? Apakah karena khawatir bila memberi kita akan kekurangan? Menurut Islam itu adalah kesalahan besar. Memang bukan berarti kita tidak menyayangi diri kita sendiri, tapi renungkanlah lagi, uang sisa di kantong kita, misalkan ada 5 ribu, dan akan kita belikan majalah seharga 5 ribu juga. bagi kita, tanpa majalahpun kita masih bisa hidup layak, tidur enak, makan cukup,pakaian pun bagus. Tapi coba lihat kuli-kuli bangunan yang tinggal di bangunan yang setengah jadi, atau pemulung yang tempat tidurnya adalah emperan toko, atau pengamen, yang masih kecil-kecil tapi harus tidur beralaskan lantai ubin, makan pun mereka bisa jadi sebungkus bagi 5. Bila uang 5 ribu di kantong kita tadi kita berikan kepada mereka, bisa mereka gunakan untuk membeli sebungkus nasi, sehingga yang tadinya sebungkus berlima, sekarang jadi sebungkus bertiga atau berdua. Amal yang lumayan, dapat membantu menghidupi orang-orang di jalanan.
Salah satu pikiran yang dapat memotori keinginan bersedekah adalah, berpikirlah bahwa uang yang kita dapat-dari hasil kerja,misalnya-adalah untuk kita dan orang-orang yang kesulitan di sekitar kita. Sehingga kita dapat menyingkirkan keserakahan dari dalam diri kita.

Sebuah generalisasi yang bagus, misalkan kita adalah seorang ayah, mempunyai seorang anak. Lalu si ayah memberikan uang jajan ke si anak sebelum ia berangkat sekolah. Si anak lalu berangkat dengan senang hati. Si ayah diam-diam mengikuti si anak, melihat segala tingkah laku buah hatinya. Di tengah perjalanan, si anak melihat pengemis tua renta, dengan seorang bayi yang kelaparan dan pakaian compang-camping. Lalu si anak memberikan semua uangnya untuk pengemis itu. Ia pun melanjutkan perjalanannya, tetap dengan ayah yang mengikuti di belakangnya. Sepulang sekolah, si ayah memanggil anaknya, ayah lalu berkata :”Nak, ayah berikan uang jajan lagi untuk kamu, 3 kali lipat dari kemarin”. Si anak berkata,”kenapa yah? bukankan terlalu banyak segitu?”. Ayah menjawab “Ayah melihat dengan jelas, bahwa uang yang ayah berikan kamu manfaatkan untuk membantu sesamamu, jadi ayah berikan tiga kali lipat dari kemarin, sepertiga untuk mengganti uangmu kemarin, sepertiga lagi untuk jajanmu besok, dan sepertiga lagi untuk membantu sesamamu lagi.”

Konsep yang sederhana tapi bayangkan kalau bertambah hari, maka bertambah lagi lah uang si anak belipat-lipat ganda.
Bandingkan dengan hidup kita dengan perumpamaan si ayah adalah Tuhan dan si anak adalah manusia.. Any Comment?

2 thoughts on “cerita tentang sedekah

  1. “Sesungguhny di dalam rezeki yang kita terima, ada hak2 untuk orang lain yang memerlukan”

    “Salah besar jika ada yang berpendapat bahwa dengan bersedekah itu makin membuatny miskin, justru dengan sedekah sesungguhny ia sedang memperkaya dirinya”

    “Barangsiapa yang membantu / memudahkan orang lain yang membutuhkan, maka percayalah, niscaya Dia akan mudahkan urusanmu dari arah yang tidak diduga-duga”

  2. bagus, yu karena manusia banyak berpendapat bahwa sedekah kan mengurangi hartanya. tapi dengan banyaknya gambaran bahwa sedekah akan dimudahkan urusannya dari arah yang tidak diduga-duga. semoga sehingga banyak orang yang mendermakan hartany kepada masyarakat yang membutuhkan, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s