Ayah

Sedikit berbagi, tentang perjalananku hari ini.
Di perjalanan pulang dari sebuah toko buku…
Di angkutan yang aku tumpangi, naik seorang pria yang sudah mulai tua, terlihat jelas dari keriput yang samar menghiasi wajahnya. Membawa ransel yang terlihat sangat berat, dengan kening penuh dengan peluh. Beberapa kali ia menatapku dari atas hingga bawah, dengan tatapan yang teduh dan wibawa, meski tertutupi dengan kesan kelelahan di parasnya. Entah apa yang ia pikirkan…

Lamunanku bergerak membawaku pada sosok ayahku, seorang pria berkulit putih, tampan dan kokoh, yang sejak kecil kukenal dengan nama “Papa”. Sembari melihat pria tsb, ingatanku melayang pada perjuangan ayahku, dan ayah-ayah lain di dunia, yang bekerja keras, penuh peluh, demi menyuapi dan memberi pakaian bagi istri dan anak-anak yang dicintainya. Tanpa pamrih. Mungkin baginya, menafkahi kami adalah kebahagiaannya, membuatnya tak pernah bosan meski lelah menghampirinya hampir setiap hari.

Lalu terbayang moment-moment yang indah tentang ayahku. Ketika aku masih duduk di bangku sekolah, setiap pagi aku berpamitan dan mencium tangannya, tak pernah lupa ia mengecup lembut kedua pipi dan keningku. Setiap aku akan berangkat ke perantauanku, tak jarang kulihat matanya memerah, sementara ia berusaha menyembunyikannya dariku. Tangisnya yang tak pernah ku ketahui, ketika aku terbaring lemah dalam penyakitku di waktu kecil dahulu. Ia selalu menimangku dalam buaiannya dan menciumi pipiku mesra setiap ia pulang dari kantornya. Pelukannya yang hangat selalu kurasakan setiap aku pulang menemuinya dari perantauanku. Serta genggaman lembutnya pada tanganku, setiap kami pergi berdua. Hingga dapat kurasakan telapaknya yang keras menggenggam tanganku, melindungiku, memperlakukan aku seperti putri kecilnya, meski kini aku telah berusia 22 tahun.

Terimakasih ayah, yang selalu memberikan saat-saat bahagia untuk hidupku. Dan mewarnainya dengan kasih sayangmu bersama ibu. Kalian ayah dan ibu terbaik bagiku.

Dear calon suamiku sayang, ku selalu berdoa, kau adalah yang terbaik bagiku. Karena kelak, ayah akan menyerahkanku padamu, dan kamu lah yang akan menggantikan beliau, menjaga dan melindungiku, menemaniku menatap matahari di setiap pagi ku. Dan kalian adalah pria-pria yang telah dan akan selalu menyempurnakan hidupku dengan keindahan.

2 thoughts on “Ayah

  1. how are you I was fortunate to come cross your Topics in bing
    your subject is outstanding
    I learn a lot in your topic really thank your very much
    btw the theme of you blog is really magnificentsuper
    where can find it

    • oh, hi,, thanks for visiting my blog,,,
      btw i used the theme officially provided by wordpress, but i was improve it with customized fonts…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s