Sisi Psikologis, berdo’a dan menunduk

Well, ga sengaja dapet inspirasi dari apa yg gw dpt hari ini. Tentang do’a. Beberapa hari belakangan ini, ada seorang teman yang mungkin memang sudah jalannya saat ini untuk ngingetin gw, lewat masalah-masalah yg doi hadapin. Berat memang, dan gw pun ga bisa prediksi sanggup ga gw di posisi doi.

Sebagai temen, gw kasih saran, masukan, pendapat gw, karena gw liat permasalahan yg dia hadapi, dari luar, ga terlibat dgn emosi perasaannya dia. Intinya setiap manusia harus berikhtiar, serta berdo’a. Berikhtiar, jelas, merupakan kegiatan yg sangat logis dilakukan utk mencapai sesuatu. Dan berdo’a, dalam Islam diajarkan utk selalu berdoa. Ada waktu-waktu mustajab nya do’a seorg hamba, dan juga ada adab-adab dlm berdoa.

Ketika berdo’a, kita disarankan utk menunduk. Setelah gw pikir-pikir, gw rasain sendiri, beda lho antara mendongak dan menunduk. Ketika mendongak, psikologisnya, kita berharap kpd sesuatu yg jauh entah dimana. Sesuatu yg jauh dari kita. Sedangkan kita tahu, kepada Allah lah kita memanjatkan do’a. dan pertolongan Allah begitu dekat. Berbeda halnya jika kita menundukkan pandangan, yang secara psikologis saya rasakan ada perasaan berserah dan berharga disana, dan juga ada perasaan dekat kepada Nya, merendahkan diri, hormat, dan khidmat. Seperti firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 186 berikut :

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Dan pada surat Qaaf :ayat 16 : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya..

Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah dlm bersyukur, berikhtiar dan berdo’a di jalan Nya. Amin..

One thought on “Sisi Psikologis, berdo’a dan menunduk

  1. yupp bener bnget.. ketika menunduk, pandangan, arah wajah dan seluruh kosmik dalam tubuh terfokuskan ke satu spot.. yaitu hati.. karena hanya disana jembatan menuju-NYA berada..
    thanks for this note…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s