Deactivate Facebook Account

Selamat pagi temans,,

Postingan kali ini sebenarnya cuma sekedar sharing biasa bahwa aku sudah men-deactivate atau menonaktifkan account facebook ku. Selamat tinggal Mr Mark Zuckerberg. Banyak yang bertanya tentang keputusanku menonaktifkan facebook ku. Alasannya karena rindu, rindu akan kehidupan yang dulu, tanpa banyak terpengaruh bahkan ketergantungan dengan social networking semisal FB. Dan memang kenyataannya sehari aku bisa buka facebook sampai lebih dari 3 x dengan durasi 10-15 menit. Tapi ketika ga buka FB, terasa ada yang kurang. Dan juga menyadari, seperti misalnya teman-teman yang kekurangan, seperti pengamen, penjaja makanan, atau anak-anak seusia ABG yang sibuk di jalanan, yang ga mengenal FB, yang mereka kenal adalah keseharian dengan teman-temannya. Berlarian, tertawa, bercanda, ngobrol, secara langsung. Betapa bahagianya mereka dari sisi ini. Tentu bukan maksud untuk menentang zaman, tapi mengembalikan kepada kodratnya bahwa penggunaan social networking adalah pilihan, kebebasan, dan bukan tuntutan baik karena pergaulan, ataupun mencari teman. Carilah teman nyata, itu yang ada di pikiranku sekarang. Ditambah lagi, kemunduran mental yang kusaksikan pada pengguna aktif FB, yaitu lebih mengandalkan komunikasi tidak langsung, tidak tatap muka, keberanian berbicara di depan social networking, karena prinsipnya siapa yang lebih banyak friend nya, dialah yg menang, padahal ketika harus bicara langsung / 4 mata, belum tentu berani. Kemunduran mental, itulah istilahnya mungkin. Jika dibandingkan dengan yang sedikit mengenal FB, pengguna aktif FB memiliki keberanian yang jauh dibawah pengguna pasif.

Lalu kenapa harus di deactivate? Kenapa gak di biarin aja, tapi ga usah dibuka? Tanggung, itulah jawabannya. Karena kalo ga di deactivate, teman-teman kita akan berpikir suatu ketika kita masih buka tuh account. Maka bisa jadi mereka mengirim message, comment, tag foto dsb. Kan kasian kalo ga terjawab, apalagi kalau emang penting. Lagipula kalau ga dipake lagi, sekalian aja di nonaktifkan. Beres….

Membaca dari berbagai sumber, penggunaan social networking banyak membuat pengguna nya ketergantungan, karena menemukan banyak komunikasi disana. Tanpa disadari, pengguna akan terus ‘mantengin’ tuh fb. Berlama-lama di depan layar putih biru itu, sekedar nunggu temen komen ataupun chat. Yah, bukankah kalau sudah ketergantungan itu berarti mengurangi produktifitas? Kembali ke orangnya masing-masing. Karena prinsipnya kembali lagi, social network adalah pilihan, bukan tuntutan pergaulan, maka bebaskanlah dirimu memilih.

One thought on “Deactivate Facebook Account

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s