Muslim adalah Pembelajar

Mulialah orang-orang yang selalu haus menuntut ilmu. Wanita maupun pria, tua maupun muda, semua wajib untuk terus belajar. Karena belajar adalah perjalanan, bukan tujuan. Tujuannya justru menjadi umat yang paling bermanfaat bagi alam semesta ini.
Seorang manusia menjadi sombong, ketika dia merasa paling tahu, karena sejatinya pembelajar, semakin memahami sebuah ilmu, semakin merasa bodoh dan tidak tau apa apa. Karena Allah lah sang pemilik ilmu yang sesungguhnya. Bayangkan, alam semesta ini, yang digali misteri-misterinya oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, dari terciptanya alam semesta, makhluk hidup, fisika alam, matematika, Maha Besar Allah lah yang menciptakan segalanya. Bagaimana bisa kita menyombongkan ilmu, sementara yang kita kuasai hanya seujung kuku? Celakalah orang-orang yang berhenti belajar dalam hidupnya.
Namun sayangnya, kondisi ummat saat ini, terlalu banyak propaganda, pemerintah pun tak mampu membendung, anak anak kita dididik oleh televisi, oleh dunia hiburan, seolah hiburan adalah cara paling utama yg bisa mereka lakukan. Pada akhirnya, kembali kepada fungsi keluarga, ibu utamanya, sbg madrasah pertama seorang anak, untuk menanamkan konsep halal haram – yang perlahan dihapus oleh media – , menanamkan akhlak – yang perlahan dihapus oleh ftv dan sejenisnya – dan yg paling utama, menanamkan tauhid, ke jiwa anak anaknya, sehingga mereka mampu melindungi dirinya sendiri.
Budaya membaca kian pudar, diganti oleh menonton dan mendengarkan musik. Padahal, ayat pertama bagi umat muslim adalah “bacalah”. Kata kata : buku adalah jendela dunia, buku adalah gudang ilmu, perlahan digeser dengan : hiburan adalah sumber kebahagiaan. Padahal Islam mengajarkan, jika kita memahami kehidupan dunia ini, niscaya kita lebih banyak menangis daripada tertawa. Maasya Allah….
Dulu muslim berjaya di andalusia, juga di Indonesia. Banyak ilmuwan muslim yang meninggalkan jejak-jejak pondasi ilmu yang masih digunakan hingga sekarang, sebutlah Ibnu Taimiyah, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun, Subhanallah… Ilmu yang mereka gali, mereka tuliskan, mereka wariskan bagi kita, anak cucunya. Namun, siapa yang menyambut ilmu tersebut? Apakah negara dengan jumlah muslim mayoritas ini? Sayangnya bukan.
Islam adalah rahmatan lil ‘aalamin, rahmat bagi semesta, yang artinya, kita tak hanya harus mempelajari agama, Islam ditujukan untuk alam semesta. Bidang ilmu lain, yang kita lalaikan, justru menjadi kelemahan kita. Alhasil, banyak ketertinggalan kita di bidang keilmuan. Sebutlah teknologi, fisika, kimia, kedokteran, dll muslim menjadi minoritas, bahkan kehilangan taring untuk bersaing di dunia global.
Lalu apa yg bisa kita lakukan ? Hal paling utama adalah belajar utk mengejar ketertinggalan. Muslim juga seharusnya bisa menjadi bagian dlm pemerintahan, tentu dengan kualitas sumber daya manusia yang kompeten. Mempelajari berbagai bahasa juga baik untuk kita lakukan, jangan sampai bahasa menjadi kendala kita dlm mencari ilmu. Belajarlah ke negeri-negeri yang maju dlm keilmuannya, lalu kembalilah untuk kejayaan ummat, dan kemajuan peradaban manusia. Bagikan ilmu yang kita punya, karena ilmu adalah milik Allah. Semakin banyak ilmu yang kita bagikan, semakin banyak jariyah yang kita kumpulkan, semakin maju peradaban kita. Lalu menulislah, tinggalkan warisan ilmu melalui tulisan. Tulisanmu akan menjadi warisan yang mampu melintasi generasi. Dan atas segala kesulitan, kembalilah kepada Allah, karena matinya org yang menuntut ilmu adalah syahid. Insya Allah..

One thought on “Muslim adalah Pembelajar

  1. Pas banget tadi khatib Jum’at menyampaikan 4 hal yang harus dilakukan oleh semua muslim:
    1. Mencari/menuntut Ilmu
    2. Mencari Rezeki/bekerja
    3. Beribadah Keapada Alloh SWT
    4. Muhasabah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s